oleh

Pasar Kerja Internasional Mesti Direbut

radarlampung.co.id – Pemerintah diharapkan untuk lebih memperhatikan pasar internasional dalam program penempatan tenaga kerja. hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Abdullah Umar Basalamah menanggapi pidato Presiden Jokowi pada Pembukaan Sidang Kabinet Paripurna, di Jakarta, Kamis (04/01).

Menurut catatan dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), saat ini penempatan tenaga kerja ke luar negeri (TKI) masih menempati porsi yang sedikit. Dari 3 Juta orang angkatan kerja tiap tahunnya, pada tahun 2017 pemerintah baru menempatkan 110.924 orang. Meleset dari target semula 131.66 orang. Sementara di dalam negeri, tercacat sudah 2.632.676 orang yang ditempatkan. Melampaui target penempatan tenaga kerja sebesar 2 juta orang. Pengusaha yang akrab disapa Ayub ini mengatakan bahwa program pembangunan SDM harus didasarkan pada potensi sumber daya alam nasional, pasar kerja nasional dan pasar kerja internasional.

“Mengolah sumber daya alam yang melimpah membutuhkan banyak SDM terampil agar mendatangkan nilai tambah bagi perekonomian rakyat dan pendapatan negera,” katanya.

Ayub, atas nama APJATI meminta pemerintah untuk menjadikan pasar kerja Internasional sebagai salah satu target strategis penempatan tenaga kerja Indonesia. Selama ini terdapat kesan pasar kerja internasional hanya menjadi “pilihan darurat” atas kebelum-tersediaannya lapangan kerja dalam negeri. Ayub berharap, pasar kerja internasional menjadi pilihan strategis untuk direbut oleh SDM-SDM indonesia. Di luar negeri, peluang kerja sangat banyak dan secara penghasilan bisa jauh lebih tinggi dari dalam negeri. Dengan pengelolaan yang baik, pasar kerja internasional akan menjadi solusi penting bagi masalah ketenagakerjaan kita. Dalam waktu dekat, APJATI akan mengajak mitra kami di luar negeri agar melakukan investasi pelatihan kerja di Indonesia”, terang Ayub.

Menurut Ayub, langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi perhatian pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia mulai tahun 2018 adalah kebijakan yang strategis. Setelah selama tiga tahun Presiden Jokowi fokus pada pembangunan infrastruktur yang menjadi pilar penting perkembangan dan pemerataan ekonomi sekaligus menyerap banyak tenaga kerja level menengah ke bawah. Namun, agar pembangunan infrastruktur mendatangkan manfaat bagi rakyat, maka angkatan kerja nasional harus ditingkatkan kualitas dan kompetensinya.

“Tidak kalah pentingnya, pemerintah harus menjadikan kebutuhan lapangan kerja nasional dan internasional sebagai dasar dari pembangunan SDM,” Jelas Ayub.

Mengalirnya investasi ke Indonesia, menurut Ayub harus diimbangi dengan penyiapan tenaga kerja kompeten yang dibutuhkan oleh dunia industri. Pada point inilah pentingnya keterlibatan dunia industri dalam investasi pelatihan kerja. Sehingga output dari pelatihan kerja benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri,” kata Ayub. (jpg/gus)

Komentar

Rekomendasi