oleh

Partai Golkar Lampung Ancam Pecat Kader, Sudibyo : Siap !

RADARLAMPUNG.CO.ID- Diwarning Partai Golkar,  Bakal Calon Wakil Bupati Lampung Timur Sudibyo mengaku siap menerima konsekuensi jika dianggap salah oleh Partai Golkar. Hal tersebut diungkapkannya, usai menerima form B1KWK di DPW PKS Lampung,  Rabu (2/9).

Diketahui,  Partai Golkar tidak merekomendasikan dirinya untuk maju sebagai Bapaslon Kada mendampungi Zaiful Bokhari. Namun,  rekomendasi jatuh kepada Azwar Hadi sebagai wakil Dawam Rahardjo di Pilbup Lamtim. “Kita tetap mengikuti aturan DPP. Kita tetap maju sebagai kader partai golkar, ” kata dia.

Anggota DPRD Kabupaten Lampung Timur ini mengatakan,  pada dasarnya,  keinginannya maju sebagai wakil bupati,  untuk menbesarkan nama partai golkar di Lampung Timur. “Saya berkeinginan membersarkan partai golkar. Tapi kalau partai golkar memberikan keputusan lain tidak apa-apa. Niatan saya,  tetap maju. Saya siap menerima konsekuensi dari partai, “ucapnya.

Sebelumnya,  Ketua DPD I Partai Golkar Lampung, Arinal Djunaidi menekankan kepada seluruh kadernya untuk mengamankan rekomendasi yang diturunkan DPP kepada Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di delapan daerah pelaksana pilkada serentak di Lampung.

Hal tersebut diungkapkannya saat penyerahan form B1KWK, di kantor DPDI Partai Golkar Lampung, Selasa (1/9).

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Tapis Berseri ini juga menanggapi adanya kader ganda yang maju di Pilbup Lampung Timur. Diketahui, rekomendasi Partai Gokkar jatuh kepada Bapaslon Dawam Rajardjo-Azwar Hadi. Sementara satu kader lainnya yang maju tanpa usulan DPD adalah Sudibyo, mendampingi Petahana, Zaiful Bokhari.

“Inilah yang perlu dugarisbawahi bahwa kader golkar berlebihan stok. Dari sisi apapun bisa dicapai, sampai ke Capres pun memenuhi standar. Ada keinginan dari kader untuk maju itu biasa, ” kata dia.

Namun, dia menegaskan yang dipilih oleh DPP adalah Dawam-Azwar. Karenanya, dia menekankan, seluruh kader Golkar di Lampung Timur harus mendukung amanah DPP itu.  “Yang jelas ya yang dipilih DPP adalah Azwar mendampingi Dawam, ” tegasnya.

Lantas apakah ada pemanggilan dan klarifikasi terhadap Sudibyo, Arinal mengaku hal tersebut tidak akan dilakukan. “Sepanjang tidak melanggar aturan ya tidak apa-apa. Tapi kalau dia melanggar AD/ART Partai dan UU Pilkada, ya saya akan pecat dia. Kalau tidak, ya normal saja. Tapi, kewajibannya dipenuhi karena dia maju tidak melalui partai Golkar,” kata dia. (abd/wdi)

Komentar

Rekomendasi