oleh

Seminar Daring RTIK Berkreasi, Dosen IIB Darmajaya Bicara Konsep Smart Village

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menjadi pembicara dalam seminar daring Digital Government #RTIK Berkreasi yang bertemakan “Pembangunan Smart Village di Tulang Bawang” Minggu, (6/9).

Dalam penjelasannya, Dr. M. Said Hasibuan menerangkan bahwa konsep smart village harus didukung beberapa hal, di antaranya society serta infrastruktur.

“Society yaitu masyarakat bisnis, masyarakat ekonomi, masyarakat informasi, dan masyarakat mandiri. Serta, infrastruktur pendukung seperti energi, broadband, dan sensor,” ungkapnya.

Selain itu juga, harus didukung dengan teknologi yang akan digunakan seperti solar cell, internet, dan IoT (internet of things). Di mana, penerapannya akan membuat smart energy, smart farm, smart service, smart home, smart ekonomi, dan smart education.

Doktor lulusan UGM tersebut juga menerangkan, untuk memacu implementasi tersebut, setiap desa dapat diberikan reward dan punishment dalam penerapan konsep smart village. “Seperti Kominfo yang menyematkan Banyuwangi. Kami teman-teman Relawan TIK akan membantu dalam menentukan indikator penilaian,” katanya.

Dr. Chairani Fauzi menambahkan, penerapan IoT juga termasuk dalam smart home. “Jadi, setiap orang dapat mengontrol aktivitas peralatan rumah dengan menggunakan android,” imbuhnya.

Pemanfaatan IoT, lanjut Chairani, dalam smart home juga menggunakan renewable energy atau energi terbarukan. “Penghematan energi dan ramah lingkungan juga sangat baik dalam konsep smart home maupun smart village,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kominfo Tulangbawang Dedy Palwadi mengatakan, dalam Era Revolusi Industri 4.0, pemanfaatan teknologi digital harus dilakukan untuk pembangunan daerah.

“Karena dengan menguasai teknologi digital maka dapat menguasai Era Revolusi Industri 4.0. Tulangbawang telah melakukan kerjasama dengan Banyuwangi yang menjadi percontohan terbaik penerapan smart kampung oleh pemerintah,” ucapnya.

Pihaknya juga berharap, dari seminar tersebut, nantinya akan ada masukan untuk menerapkan smart village di Tulangbawang.

“Karena dengan membangun dari pinggiran yakni desa, maka pembangunan kecamatan dan kabupaten, provinsi hingga pusat berdampak. Tulang Bawang juga memiliki UMKM yang telah menawarkan produknya melalui website namun belum maksimal. Diharapkan dari Relawan TIK dapat memberikan masukan untuk pembangunan digital di Tulangbawang,” pungkasnya. (rur/rls/sur)

Komentar

Rekomendasi