oleh

Pemkab Mesuji Dorong Realisasi Penyaluran KUR

RADARLAMPUNG.CO.ID – Di tengah pandemi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional dan regional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji terus menggenjot realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga triwulan III 2020 dana KUR di Mesuji yang tersalur mencapai Rp106 milyar lebih, dengan debitur mencapai 4.097 orang.

Sektor pertanian, perdagangan, penyediaan makan minum, dan transportasi menjadi sektor dominan yang dibiayai KUR. Di mana, untuk perbankan penyalur KUR didominasi Bank Rakyat Indonesia, BNI, Bank Mandiri, serta Bank Lampung.

Dengan kontribusi mencapai 85%, sektor pertanian menjadi paling dominan dibiayai oleh KUR. Sedangkan BRI menjadi bank paling dominan menyalurkan KUR dengan kontribusi mencapai 56%.

“Banyak sektor belum tergarap maksimal, seperti perdagangan kecil dan eceran, masih sangat terbuka untuk dibiayai KUR. Bahkan sektor pertanian pun masih dapat ditingkatkan pembiayaannya melalui KUR. Kedepan, kita akan roadshow ke pusat-pusat produksi pertanian, pasar, dan wilayah potensial, guna memperluas akses keuangan masyarakat, khususnya KUR,” ujar Arif Arianto, ST M.Si selaku Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Mesuji.

Sasaran program KUR di antaranya adalah Usaha Skala Mikro Kecil dan Menengah (UMK) di bidang pertanian, perikanan, industri pengolahan, pedagang, penyedia akomodasi, makanan minuman, transportasi pergudangan, usaha persewaan, jasa pendidikan, dan jasa kemasyarakatan sosial budaya hiburan.

Sementara itu, Kepala Unit BRI Brabasan Lukmansyah mengatakan, KUR Super Mikro sudah mulai dilaksanakan bulan ini. Menurutnya, untuk menghadapi masa pandemi ini, Pemerintah bersama perbankan siap menyalurkan program Kredit Super Mikro. Kredit ini diharapkan dapat membantu pengusaha mikro bertahan di masa pandemi.

“Program ini disubsidi Pemerintah, debitur mendapatkan fasilitas masa tenggang atau grace period 3 bulan. Sehingga jika akad kredit dilaksanakan September ini, debitur baru akan membayar angsuran Januari 2021,” ucapnya.

Mengenai persyaratan program tersebut, lanjut dia, sama dengan KUR Reguler. Sebagai syarat tambahan, calon kreditur belum pernah memiliki pinjaman KUR dan tidak sedang menikmati pinjaman di lembaga keuangan lainnya.

“Untuk KUR, kita permudah, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Sesuai kaidah yang dianut perbankan. Secara nasional BRI diberikan kuota Rp10 triliun dari total Rp12 triliun dana KUR Super Mikro,” ujarnya.

Terkait target penyaluran KUR tahun ini, baik Lukmansyah maupun Arif kompak optimis. “Kita optimis aja, walaupun di masa pandemi ini, penyaluran KUR secara umum dapat meningkat dari tahun sebelumnya,” tandasnya. (adv)

Komentar

Rekomendasi