oleh

Tips Agar Miss V Tidak Gatal

radarlampung.co.id – Miss V merupakan area kewanitaan yang sensitif. Berbeda tingkat keseimbangan asam (pH) saja, bisa membuatnya rentan terkena bakteri. Jika sudah begitu, Miss V akan terasa gatal.

“Cairan perut, misalnya bersifat asam. Cairan vagina juga bersifat asam, yang menjaga vagina agar tidak tumbuh ragi atau bakteri,” kata Dokter Spesialis Kandungan dari Amerika Serikat, Sheryl A. Ross, seperti dilansir dari Pop Sugar.

Menurutnya, keseimbangan pH akan banyak disenangi bakteri baik atau organisme pelindung di area Miss V. Jika tak seimbang, maka area Miss V akan terasa gatal, kering, infeksi, hingga perih. Bakteri dan jamur menyebabkan gatal pada area Miss V secara konstan.

“Obat-obatan termasuk pil kontrasepsi, bisa menyebabkan vagina kering,” kata Ross.

Lalu Mengapa Miss V Bisa Gatal?

Vagina yang sehat membutuhkan perhatian higienis yang sama seperti bagian tubuh lainnya, serupa dengan cara merawat wajah.

“Kulit Miss V rentan terhadap kekeringan dan gatal jika tidak ditangani dengan benar. Bila tubuh terhidrasi dengan benar, kulit luar vagina, termasuk labia mayora dan minora, tak akan kering dan gatal, dan akan lembab dilumasi dengan baik, ” kata Ross.

Rasa gatal tentu tidak nyaman dan mengganggu, terutama bila menyangkut kulit sensitif vagina. Menurut Ross, jangan asal mengaplikasikan apapun semacam wewangian atau pembersih pada Miss V tanpa rekomendasi dokter.

Miss V Juga Bisa Iritasi Lho, Mengapa?

Iritasi umum yang bisa terjadi pada Miss V adalah penggunaan sabun harum, cairan busa sabun, garam mandi, bedak, deterjen, pelembut kain, tisu, pakaian nilon atau pakaian renang, produk karet seperti diafragma dan kondom, alergi lateks, air liur atau sperma, spermisida seperti busa, krim, pembersih kewanitaan, pembalut hingga salep.

Waxing juga Bisa Jadi Penyebab Miss V Gatal dan Infeksi

Mencukur bulu kemaluan dapat menyebabkan abrasi mikro di kulit, meningkatkan risiko infeksi kulit dan rambut tumbuh ke dalam.

“Bahkan jika lecet bisa menyebabkan histamin di kulit yang menyebabkan gatal. Maka harus melakukannya di salon yang profesional atau klinik kecantikan,” ujarnya.

Infeksi jamur juga menjadi penyebab paling utama rasa gatal dan iritasi pada vagina dan vulva. Jangan anggap remeh, jika perempuan mengalami lebih dari tiga kali infeksi jamur dalam setahun, wajib mengunjungi dokter kandungan. (jpg/gus)

Komentar

Rekomendasi