oleh

Masuki New Normal, Radisson Berikan Promo Kamar

radarlampung.co.id – Hotel Radisson Lampung Kedaton melakukan reopening pada 15 Juni 2020, lalu. Setelah melakukan shut down sejak 1 April 2020, hotel yang menyatu dengan Mal Boemi Kedaton tersebut telah kembali melayani tamu.

Director of Sales and Marketing Hotel Radisson Lampung Kedaton, Erwin Suwondo mengatakan, guna menyambut era new normal, pihaknya memberikan promo kamar bertajuk Safecation. “Jadi kita ingin tamu bisa stay, liburan tapi di tempat yang paling aman,” katanya kepada radarlampung.co.id, Senin (29/6).

Pada promo ini, kata dia, tamu bisa menginap di kamar superior, dengan standar protokol kesehatan yang terjamin dan free breakfast. Di samping itu, paket breakfast yang disediakan juga dapat ditukarkan dengan voucher food and baverage (F&B).

“Karena kebanyakan tamu mungkin masih enggan melakukan breakfast di restoran, karena masih khawatir saat bertemu dengan orang banyak sehingga kami memberikan alternatif untuk paket breakfast bisa ditukarkan dengan voucher F&B,” tambahnya.

Selain itu, Radisson juga memberikan tambahan lain berupa handsanitizer travel size untuk tamu yang menginap di Hotel Radisson Lampung Kedaton. Adapun paket ini ditawarkan dengan harga Rp730 ribu nett per malam. “Normalnya harga kamar kita di atas Rp1 juta, tapi untuk promo new normal kali ini kita berikan dengan harga spesial,” katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, pada reopening kali ini pihkanya hanya membuka sekitar 70 kamar dari total 185 kamar yang ada. “Tapi itu juga melihat tingkat okupansi, jadi untuk sementara waktu yang kita buka baru sebanyak 70 kamar,” tambahnya.

Untuk protokol kesehatan yang disiapkan, sambung dia, pihaknya telah menyediakan masker dan sarung tangan bagi tamu di pintu masuk hotel. “Jadi tamu yang tidak pakai masker, kita berikan masker, kalau mereka mau pakai sarung tangan, kita berikan sarung tangan,” katanya.

Kemudian, tamu yang datang juga harus melalui pengkuran suhu tubuh dan mengisi healthy declaration (menyatakan bahwa tamu dalam keadaan sehat). Pihaknya juga memasang stiker jejak kaki agar tamu dapat mengantri dalam jarak aman.

“Kita juga mengampanyekan physical distancing dengan memasang poster-poster di setiap sudut publik area. Begitu juga di lift yang kita batasi hanya dapat diisi maksimal 4 orang, serta kita berikan juga tanda jalur keluar masuk,” pungkasnya. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi