oleh

Persoalan Sekuriti Eks Villa Citra Masuk Babak Baru, Kedua Pihak Sepakat Tempuh Jalur Mediasi

radarlampung.co.id-Persoalan Puluhan sekuriti eks perumahan Villa Citra yang tidak dipenuhi haknya meski sudah bertahun-tahun bekerja, masuk babak baru. Puluhan sekuriti eks perumahan Villa Citra diwakili Ardiansyah lawfirm and partners dan pihak PT. Citra Lestari Indah Perkasa (CLIP) yang diwakili Sujarwo and Partners sepakat untuk menempuh jalur mediasi. Kesepakatan ini terungkap setelah kedua pihak bertemu di Warkop Insipirasi Bang Aca, Jl. Ki Maja, Wayhalim Bandarlampung, Senin (29/6).

Pertemuan itu sendiri berlangsung dalam semangat yang sama. Yakni untuk mencari jalan keluar terbaik.  “Intinya, pointernya kita mengetengahkan langkah mediasi,” kata Bey Sujarwo salah satu kuasa hukum PT. CLIP.

Menurut Bey Sujarwo, puluhan sekuriti tersebut merasa menjadi karyawan PT.CLIP. Namun, di titik ini pihak PT. CLIP tidak merasa mengangkat puluhan sekuriti tersebut menjadi karyawan. Sehingga, lanjutnya, bagaimana bisa pihak PT.CLIP melakukan pemutusan hubungan kerja apabila tak pernah mengangkat mereka menjadi karyawan.

“Tetapi kita sudah punya jalur yang bagus. Menyelesaikan win-win solution secara bermartabat. Kita rule-nya sudah bagus,” katanya.

Ardiansyah SH yang mewakili puluhan sekuriti menyatakan, penyelesaian secara kekeluargaan tetap diupayakan maksimal. Termasuk penyelesaian hak dan kewajiban. Dirinya optimis akan ada solusi apabila semua pihak memiliki itikad baik.  “Sepanjang semua beritikad baik tentu akan ada jalan keluar,” ucap Bang Aca, sapaan akrabnya.

Menurutnya, pertemuan Senin (29/6) merupakan pertemuan pertama kedua pihak yang berselisih. Nantinya, akan ada pertemuan-pertemuan lanjutan sehingga tercapai titik temu. “Akan ada pertemuan lanjutan tentang apa yang diinginkan dan dibicarakan,” katanya.

Sebelumnya diketahui, Kamis (25/6), puluhan sekuriti eks Perumahan Vila Citra mengadu ke Warkop Inspirasi di Jalan Ki Maja, Sepang Jaya, Bandarlampung. Kepada Ardiansyah, S.H. and Partners, mereka mengadu telah dipecat secara sepihak oleh pimpinan PT Citra Lestari Indah Perkasa.

Mawardi, salah satu sekuriti tersebut, mengungkapkan awal permasalahan ini terjadi Februari lalu. Dimana, mereka yang di antaranya telah mengabdi hingga puluhan tahun, meminta upah sebagai sekuriti dibayarkan sesuai upah minimum kota (UMK) kepada Disnaker Kota Bandarlampung. Kemudian hapuskan pemotongan yang mereka rasa tidak sesuai.

“Jadi, bulan Februari lalu kita membuat laporan ke Disnaker agar gaji kita dibayar sesuai UMK dan tidak melakukan pemotongan gaji tidak wajar. Salah satunya jika ada warga tidak membayar Iuran keamanan, gaji kami dipotong Rp50 ribu. Padahal, gaji kami saat itu hanya Rp1,8 juta. Kemudian dikabulkan dengan adanya kesepakatan,” katanya.

Namun bulan Maret, dirinya dan rekan-rekannya kembali tidak menerima hasil dari kesepakatan itu.  “Gak pas dikasihnya. Dari UMK itu kurang, hanya Rp2,2 juta dari seharusnya UMK itu Rp2,4 juta,” ujarnya.

Lalu pada Kamis (28/5), pihaknya dipanggil oleh Pimpinan PT Citra Lestari Indah Perkasa (CLIP) bahwa pada saat itu status mereka yang karyawan perusahaan tersebut telah dilimpahkan ke paguyuban. “Di tanggal itu, pimpinan bilang mulai hari tu sudah dilimpahkam ke paguyuban. Jadi gak ada mediasi langsung, dinyatakan begitu saja. Lalu, kami laporkan lagi ke Disnaker kota tapi belum dan ada titik temu,” ungkapnya. (wdi/wdi)

Komentar

Rekomendasi