oleh

Radar Lampung New Normal Dirikan Perusahaan Startup   

Oleh : Bang Aca

Hari ini, 1 Juli 2020, teman teman memperingati Hari Jadi Radar Lampung Online dengan domain www.radarlampung.co.id. Katanya ke-5 tahun. Setahu saya, sebagai pendirinya radarlampung.co.id sudah ada belasan tahun lalu. Tapi kok baru diakui berusia 5 tahun. Kok bisa ?

Rupanya 5 tahun itu waktu mulai Radar Lampung Online ini diseriusi. Mulai digarap serius sebagai usaha yang dharapkan dapat menghasilkan uang. Memang, saat situs online mulai ramai dibicarakan, bahkan diramalkan menghancurkan bisnis media cetak, saya termasuk orang yang tak yakin media online akan mematikan media cetak. Pokoknya, banyak alasan untuk menguatkan alibi itu.

Kalaupun akhirnya membuat radarlampung,co.id, sekadar melengkapi saja. Dibuat untuk menguatkan radar cetak. Kalau pun ada iklan, sekadar bonus klien memasang iklan di koran.

Ternyata 5 tahun belakangan, media online ini mulai mendapat tempat di hati para pengiklan. Kalau untuk pembaca sudah barang tentu. Sebab, media online ini bisa diakses secara cuma-cuma.

Makanya, sejak 5 tahun lalu,  2015, Radar Lampung Online  mulai digarap serius. Dikelola oleh tim khusus yang jumlahnya cukup mumpuni. Bahkan dibuatkan badan usaha sendiri. Yakni PT Radar Lampung Online.

Apakah sejak adanya Radar Lampung Online maka Radar Lampung cetak mati ? Nyatanya juga tidak. Radar Lampung cetak masih tetap eksis meski melalui sebuah tantangan yang maha berat. Terutama saat covid 19 ini. Buktinya, Radar Lampung cetak hingga hari ini masih anda baca.

Lambannya saya mengantisipasi keberadaan media online ini menjadi pelajaran tersendiri bagi saya. Makanya, kedepan saya tak ingin terulang lagi. Bisa jadi media online inipun kedepannya juga akan tertekan oleh media lain yang serba digital.

Pucuk Dicinta Ulampun Tiba. Pada suatu kesempatan saya bertemu dengan seorang anak muda dari kampung yang memiliki mimpi besar untuk masuk dalam dunia teknologi digital.

Dia bersama timnya sejak 5 bulan terakhir tengah merancang sebuah sistem aplikasi di dunia digital marketing. Dengan penuh percaya diri, anak muda ini mengatakan ke saya bahwa timnya sangat mampu membuat aplikasi seperti Go-Jek dan lain lain. Wow.. saya pun langsung kepincut dengan semangat dan kepercayaan dirinya itu.

Melalui perundingan yang tidak begitu rumit, akhirnya kami sepakat membuat perusahaan startup. Perusahaan yang nantinya akan menyediakan layanan membuat aplikasi dan teknologi digital marketing lainnya.

Hari ini, tepat 5 tahun peringatan hari ulang tahun Radar Lampung Online, perusahaan startup itu berdiri. Namanya PT Radar Didigital Solusi. Sesuai namanya, perusahaan ini diharapkan akan menjadi solusi untuk memecahkan berbagai masalah dengan teknologi digital.

Anak muda yang saya ceritakan itu saya tunjuk sebagai Direktur Utama dan sekaligus CEO-nya. Dia adalah Rona Budianto.

Saat ini usianya masih 27 tahun. Dia adalah CEO termuda sejak berdirinya Radar Lampung Grup. Memecahkan rekor saya yang menjadi CEO di usia 31 tahun.

Meski masih berusia muda dan tidak sempat kuliah, dia telah banyak membuat usaha sendiri. Seusai tamat SMA Way Serdang Mesuji, di usianya masih 17 tahun dia langsung terjun ke dunia usaha dengan membangun poultryshop, menjadi rekanan Japfa dan Charoen Phokphand Indonesia.

Pada tahun 2016 masuk ke bisnis online dengan membangun brand fashion Ahzarayy dengan tagline Berdaya dari Desa.

Menariknya, bisnis bidang fashion ini dibangunnya di Desa Bandar Mataram, Lampung Tengah. Saat ini sedikitnya 120 warga sekitar yang menjadi bagian dari usahanya itu.

Melalui sentuhan digital marketing, tanpa memiliki satu toko fisik pun, Ahzarayy telah mampu menjual sebanyak 150 ribu pcs per tahun. Memiliki 1500 partner aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rona Budianto

Melihat perkembangan dunia marketing yang terus berubah dan memunculkan banyak kendala, akhirnya awal Januari 2020, Rona membangun digital development untuk mendukung bisnis online yang dijalankannya.

Namun dalam perjalanannya, di luar dugaan hasil karya timnya tidak hanya bisa menyelesaikan masalah di bisnis onlinenya. Namun, juga berpotensi untuk menyelesaikan masalah pelaku usaha online secara umum.

Akhirnya timbullah gagasan untuk membuat sebuah ekosistem digital yang terintegrasi dalam suatu sistem digital.

Sebenarnya dia juga tidak begitu menguasai bidang teknologi digital itu. Tapi saya melihatnya dia punya kemampuan leadership untuk menghimpun anak-anak muda yang menguasai teknologi digital sehingga bisa menjadi team work yang hebat.

Salah seorang anggota tim yang dia rekrut adalah Syarif Hidayat (Aat). Warga Bandar Lampung yang sudah sejak 2014 bekerja di Dinkum Interactive. Sebuah perusahaan digital development di Philadelphia, USA.

Saya berharap PT Radar Digital Solusi dibawah pimpinan Rona, anak muda dari Desa Jati Datar Lampung Tengah ini, bisa mewarnai dunia teknologi digital Indonesia, bahkan dunia. Dan sebagai spirit baru Radar Lampung Grup dalam merespon new normal pasca pandemi covid-19. (Penulis adalah Chairman Radar Lampung Grup)

Komentar

Rekomendasi